• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Rabu, 14 Juni 2017

CONTOH AKAD KONTRAK ISHTISNA

CONTOH KONTRAK AKAD ISHTISNA





Contoh Perjanjian Kontrak ini dibuat untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah Desain Kontrak Perjanjian Syariah
Ekis 9 Jurusan Syariah Prodi
 Ekonomi Syariah
Semester 6

Oleh :
MUH.YUSUF
SULAEMAN
RISKIANA LINRI
IRMAWATI
YULIANA





SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN WATAMPONE)
2017
Sinopsis:
Bapak Sulaeman datang ke PT. Bank Muamalat untuk mengajukan pemesanan rumah dengan akad ishtisna. Adapun spesifikasinya yaitu, rumah satu lantai, ukuran 10 x 5 m, 2 kamar tidur, satu kamar mandi didalam, lantai porselen, dinding batako, genting kualitas A, listrik 900 watt,  air  PDAM, yang berlokasi di kompleks perumahaan jln. Gatot Subroto. Bapak Yusuf selaku manajer PT. Bank Muamalat menyetujui permintaan bapak Sulaeman dan menetapkan harga rumah tersebut senilai Rp.150.000.000. Pembayaran akan dilakukan Bapak Sulaeman secara tunai pada saat akad ditandatangani, dan penyerahan rumah akan dilakukan pihak Bank Muamalat 150 hari setelah akad ditandatangani pada hari kerja.




AKAD BAI’ ISHTISNA
NO: 15/ISHTISNA/BM/VI/17
بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian) itu.
(Q.S. Al-Maidah : 1)
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantaramu.
(Q.S. An-Nisa : 29)
Dengan memohon petunjuk dan ridho Allah SWT, akad ishtisna ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini, Senin, 5 Juni 2017 Pukul 11:00 WIB, bertempat di kantor PT. Bank Muamalat, oleh para pihak sebagai berikut :
1.    Nama          : Muh.Yusuf M.EI
Pekerjaan    : Manajer PT. Bank Muamalat
Alamat        : Jln. Hos Cokroaminoto
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. Bank Muamalat yang berkantor dan berkedudukan di Jln. Ahmad Yani no.169 Bone, selanjutnya disebut sebagai Pihak ke-1.   
2.    Nama          : Sulaeman SE.
Pekerjaan    : PNS
Alamat        : Jln. Sulawesi
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pihak ke-2.
Para pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1.    Bahwa Pihak ke-2 telah mengajukan pesanan kepada Pihak ke-1 untuk memesan sebuah rumah satu lantai, ukuran 10 x 5 m, 2 kamar tidur, satu kamar mandi didalam, lantai porselen, dinding batako, genting kualitas A, listrik 900 watt,  air  PDAM, yang berlokasi di kompleks perumahaan jln. Gatot Subroto. Selanjutnya Pihak ke-1 menyetujui, dan dengan akad perjanjian ini mengikatkan diri untuk melakukan pembangunan rumah untuk pihak ke-2 sesuai dengan ketentuan tersebut.
2.    Bahwa berdasarkan ketentuan Syari’ah pengajuan pesanan yang dilakukan, antara Pihak ke-1 kepada Pihak ke-2 diatur dan akan berlangsung menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
a.    Pihak ke-1 menyediakan barang pesanan pihak ke-2 sesuai dengan spesifikasi dan waktu yang telah ditetapkan.
b.    Penyerahan barang tersebut dilakukan oleh pihak ke-1 kepada Pihak ke-2.
c.    Pihak ke-2 membayar harga pokok ditambah margin keuntungan atas pemesanan barang secara tunai saat akad ini ditanda tangani.
d.   Selanjutnya kedua belah pihak sepakat menuangkan Akad Perjanjian ini dalam Akad ishtisna (disebut “Akad” dengan syarat-syarat serta ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL I
KETENTUAN UMUM
1.    Ishtisna adalah akad jual beli barang pesanan pihak ke-2 kepada pihak ke-1, dimana dalam hal ini pihak ke-1 menyediakan barang pesanan yang sesuai dengan spesifikasi pihak ke-2 yang diserahkan pada waktu yang telah ditentukan.
2.    Harga Pokok adalah sejumlah uang yang dikeluarkan oleh pihak ke-1 untuk menyediakan pesanan pihak ke-2.
3.    Barang akad adalah rumah yang dipesan oleh pihak ke-2 kepada pihak ke-1 yang sesuai dengan spesifikasinya yang telah disebutkan.
4.    Margin adalah keuntungan yang ditetapkan oleh pihak ke-1 karena adanya akad Istishna, yang harus dibayar oleh pihak ke-2 yang telah sepakat mengajukan pesanan dengan akad ishtishna.
5.    Hari Kerja adalah hari kerja efektif  yang telah diberlakukan oleh  BI (Bank Indonesia) yaitu senin-jumat, dan  hari sabtu dan minggu serta hari besar libur.
6.    Keadaan Memaksa (Force Majeure) adalah keadaan dimana salah satu pihak yang mengadakan akad terhalang melakukan prestasinya.
7.    Cedera Janji adalah peristiwa atau peristiwa-peristiwa yang menyebabkan pihak ke-1 ataupun pihak ke-2 dikenakan sanksi sesuai dengan beberapa pasal dalam akad ini.
PASAL II
PESANAN DAN TUJUAN PESANAN
Ayat 1
Pihak ke-1 berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membuatkan dan menjual barang yang dipesan oleh Pihak ke-2 berupa satu unit rumah satu lantai, ukuran 10 x 5 m, 2 kamar tidur, satu kamar mandi didalam, lantai porselen, dinding batako, genting kualitas A, listrik 900 watt,  air  PDAM, yang berlokasi di kompleks perumahaan jln. Gatot Subroto. dan penyerahan barang tersebut dilakukan oleh pihak ke-1.
Ayat 2
Pihak ke-2 berjanji serta dengan ini mengikatkan diri untuk membeli dan menerima barang serta membayar harganya kepada Pihak ke-1 dengan pembayaran secara tunai ketika akad ditanda tangani.
Ayat 3
Penyerahan barang dilakukan oleh pihak ke-1 kepada pihak ke-2 yaitu 150 hari setelah akad ditanda tangani menurut hari kerja yaitu hari senin sampai jumat dan hari sabtu, minggu dan hari besar libur.
Ayat 4
Barang yang diperjualbelikan tersebut akan digunakan untuk kepentingan pribadi Pihak ke-2.
PASAL III
HAK DAN KEWAJIBAN
Ayat 1:
a.    Hak dan kewajiban pihak ke-1:
1.    Pihak ke-1 wajib menyerahkan barang pesanan pihak ke-2 sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
2.    Pihak ke-1 wajib memberitahukan pihak ke-2 tentang kesiapan material sehari sebelum pembangunan dimulai.
3.    Pihak ke-1 wajib mengganti rugi kepada pihak ke-2 apabila barang yang dipesan tidak sesuai dengan spesifikasinya.
4.    Pihak ke-1 wajib memberikan sertifikat rumah kepada pihak ke-2 ketika barang akad diserahkan.
5.    Pihak ke-1 berhak menerima pembayaran secara tunai dari pihak ke-2 ketika akad ditanda tangani.
b.    Hak dan kewajiban pihak ke-2:
1.    Pihak ke-2 wajib membayar secara tunai kepada pihak ke-2 ketika akad ditanda tangani.
2.    Pihak ke-2 wajib memberitahu kepada pihak ke-1 jika terjadi ketidaksesuaian barang yang telah dipesan, kecuali jika pihak ke-2 tidak keberatan mengenai hal tersebut.
3.    Pihak ke-2 berhak menerima pemberitahuan dari pihak ke-1 mengenai kesiapan material sehari sebelum pembangunan dimulai.
4.    Pihak ke-2 berhak menerima barang akad 150 hari setelah akad ditandatangani.
5.    Pihak ke-2 berhak menerima ganti rugi dari pihak ke-1 apabila terjadi ketidaksesuaian barang yang telah dipesan
PASAL IV
WAKTU DAN CARA PEMBAYARAN
Ayat 1
Pihak ke-2 berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membayar ketika akad ditanda tangani.
Ayat 2
Cara pembayaran dilakukan secara tunai.
Ayat 3
Jumlah pembayaran yaitu harga pokok ditambah margin sebesar Rp. 150.000.000,-
PASAL V
PEMBUKUAN PESANAN
Pembukuan pesanan dilakukan oleh Pihak ke-1 atas seluruh transaksi tunai yang dilakukan Pihak ke-2. Dan dicatat dalam Buku Besar PT. Bank Muamalat dan pihak ke-2 menerima bukti pembayaranya berupa kwitansi.
PASAL VI
CEDERA JANJI DAN AKIBAT CEDERA JANJI
Pihak dapat dianggap melakukan cedera janji, apabila karena kesalahannya:
1.    Pihak ke-1 tidak menyerahkan barang sesuai spesifikasi dari Pihak ke-2 maksimal 150 hari setelah akad ditandatangani maka Pihak ke-2 boleh meminta ganti rugi berupa pengembalian uang yang telah dibayarkannya dan atau pembatalan akad.
2.    Pihak ke-1 tidak mengganti barang apabila terdapat ketidaksesuaian dengan spesifikasi setelah barang diterima oleh Pihak ke-2 diluar kesalahan Pihak ke-2, maka Pihak ke-2 boleh menuntut ganti rugi sebesar biaya ketidaksesuaian tersebut, kecuali jika Pihak ke-2 dapat menerima kekurangan tersebut dan tidak mempermasalahkannya.
3.    Pihak ke-2 memberitahu Pihak ke-1 bahwa terjadi hal-hal diluar pengetahuan Pihak ke-2 mengenai ketidaksesuaian barang dan telah diterima lebih dari 3 hari setelah barang diterima oleh Pihak ke-2 maka Pihak ke-1 tidak wajib mengganti rugi sebesar biaya yang ditimbulkan oleh ketidaksesuaian barang tersebut.
PASAL VII
PEMBATALAN KONTRAK
Pembatalan kontrak terjadi apabila pihak ke-1 tidak dapat menyerahkan barang akad kepada pihak ke-2, paling lambat 5 bulan setelah akad ditanda tangani, dengan konsekuensi pihak ke-1 wajib mengembalikan semua uang tunai yang dibayarkan oleh pihak ke-2.
PASAL VIII
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
Ayat 1
Apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan salah satu pihak untuk memenuhi kewajiban sebagaimana tercantum dalam akad ini yang disebabkan oleh keadaan yang memaksa seperti bencana alam, huruhara, dan sabotase, yang tidak dapat dihindari dengan melakukan tindakan sepatutnya, maka kerugian yang diakibatkan tersebut ditanggung oleh Pihak ke-1 dan Pihak ke-2.
Ayat 2
Dalam hal terjadi keadaan memaksa, pihak yang mengalami peristiwa yang dikategorikan keadaan memaksa wajib memberitahukan secara tertulis tentang hal tersebut kepada pihak lainnya dengan melampirkan bukti secukupnya dari kepolisian atau instansi yang berwenang mengenai kejadian memaksa tersebut selambat-lambatnya 3 hari terhitung sejak keadaan memaksa tersebut terjadi.
Ayat 3
Apabila dalam waktu 7 hari sejak diterimanya pemberitahuan sebagaimana ayat 2 tersebut, belum atau tidak ada tangggapan dari pihak yang menerima pemberitahuan, maka adanya peristiwa tersebut dianggap telah disetujui oleh Pihak ke-1 dan Pihak ke-2.
Ayat 4
Apabila keadaan memaksa tersebut mengakibatkan kegagalan dalam pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam akad ini selama 2 bulan, maka akad ini dapat diakhiri dengan suatu perjanjian antara Pihak ke-1 dan Pihak ke-2.
PASAL IX
PENYELESAIAN SENGKETA
Ayat 1
Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam memahami atau menafsirkan bagian-bagian dari isi, atau terjadi perselisihan dalam melaksanakan akad ini, maka Pihak ke-1 dan Pihak ke-2 akan berusaha untuk menyelesaikan secara musyawarah.
Ayat 2
Apabila usaha menyelesaikan perbedaan pendapat atau perselisihan melalui musyawarah untuk mufakat tidak menghasilkan keputusan yang disepakati oleh Pihak ke-1 dan Pihak ke-2, maka dengan ini Pihak ke-1 dan Pihak ke-2 sepakat untuk menunjuk dan menetapkan serta memberi kuasa kepada Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI) untuk memberikan putusannya, menurut tata cara dan prosedur berabritase yang ditetapkan oleh dan berlaku di badan tersebut.
Jika melalui badan tersebut sengketa belum bisa diputuskan maka dilanjutkan ke Pengadilan Agama Watampone.
PASAL X
KETENTUAN TAMBAHAN
Segala sesuatu yang belum diatur dalam akad ini, akan diatur kemudian dalam surat perjanjian tambahan yang akan dibuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akad ini.
PASAL XI
PENUTUP
Akad Perjanjian ini ditandatangani di Watampone pada tanggal 5 juni 2017, dan dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai 6000 dan mempunyai kekuatan pembuktian yang sama, ditandatangani oleh Pihak ke-1 dan Pihak ke-2 dengan suka rela (saling ridho) tanpa paksaan dari pihak manapun, serta disaksikan oleh :
1.    Riskiana Linri
2.    Irmawati

Watampone, 5 juni 2017

Pihak ke-1                                                                                                       Pihak ke-2


Muh.Yusuf ME.                                                                                              Sulaeman SE.

CONTOH KONTRAK AKAD MURABAHAH

CONTOH KONTRAK AKAD MURABAHAH





  

Contoh Perjanjian Kontrak ini dibuat untuk Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah Desain Kontrak Perjanjian Syariah
Ekis 9 Jurusan Syariah Prodi
 Ekonomi Syariah
Semester 6

Oleh :
A. MASYHUR
RYA WIDYA UTAMI
ANDI EWI
TRY WULAN SAFITRI





SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN WATAMPONE)
2017
  



AKAD MURABAHAH
No. 0224/MRB/BNI-S/VI/2015

بسم الله الرحمن الرحيم
“Dan Allah SWT telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” 
(Qs.Al-Baqarah: 275)
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu....”
(Qs.An – Nisaa’: 29)

Dengan memohon petunjuk dan ridho Allah SWT, akad pembiayaan Murabahah ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini, Senin, 15 Juni 2015 Pukul 10.00 WIB, bertempat di kantor PT Bank BNI Syariah Palembang, oleh para pihak sebagai berikut :
1.      Nama                   :           Iswahyudi, S.Sy
Umur                    :           25 Tahun
NIK                     :           160710102205940003
Jabatan                 :           Kepala Divisi Marketing
Alamat                  :           Jln. Raya Palembang-Betung Km15 Rt.21/06 Kel. Tanah Mas  Kec. Talang Kelapa Banyuasin.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Bank BNI Syariah Palembang yang berkantor dan berkedudukan di Jln. Jenderal Sudirman Km3,5 Palembang, selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.  

2.      Nama                   :            Asrori Agus Latif, S.Sy
Umur                    :            29 Tahun
NIK                     :            12345678910121314
Pekerjaan             :            Pegawai Negeri Sipil (Kemenag Banyuasin)
Alamat                 :           Jln. Pangeran Ayin Rt.10/12 Kel. Talang Keramat Kec. Talang Kelapa   Kab. Banyuasin.

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas namanya sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pihak kedua.

Para pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Bahwa Pihak kedua telah mengajukan permohonan fasilitas pembiayaan kepada Pihak pertama untuk membeli barang berupa satu unit Truk Mitsubishi canter Tangki Air warna putih tahun 2014 dengan uang muka senilai Rp 40.000.000, selanjutnya Pihak pertama menyetujui, dan dengan akad perjanjian ini mengikatkan diri untuk menyediakan fasilitas pembiayaan untuk pihak kedua sesuai dengan ketentuan tersebut.
2.      Bahwa berdasarkan ketentuan Syari’ah, pembiayaan oleh Pihak pertama kepada Pihak kedua diatur dan akan berlangsung menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

o   Pihak pertama membeli barang dari dealer Wahyu Mobilindo untuk memenuhi kepentingan Pihak kedua, dan selanjutnya Pihak pertama menjual barang tersebut kepada Pihak kedua dengan harga yang telah disepakati antara Pihak kedua dan Pihak pertama.
o   Penyerahan barang tersebut dilakukan oleh dealer langsung kepada Pihak kedua dengan persetujuan dan dengan sepengetahuan Pihak pertama.
o   Pihak kedua membayar harga pokok ditambah margin keuntungan atas jual beli setelah dikurangi dengan jumlah uang muka yang diberikan Pihak kedua dalam jangka waktu yang telah disepakati kedua belah pihak, sehingga sebelum Pihak kedua membayar lunas harga pokok dan margin keuntungan setelah dikurangi dengan jumlah uang muka kepada Pihak pertama, Pihak kedua berutang kepada Pihak pertama.

Berdasarkan hal diatas, para pihak sepakat mengikat diri untuk mengadakan Perjanjian Murabahah (untuk selanjutnya disebut perjanjian) dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut:

PASAL 1
KETENTUAN UMUM
Yang dimaksud dengan :
1.  Murabahah adalah Akad jual beli antara Pihak pertama dan Pihak kedua. Pihak pertama membeli barang yang diperlukan pihak kedua dan menjual kepada pihak kedua sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan yang disepakati.
2.      Barang adalah satu unit mobil mitsubishi canter tangki warna kuning tahun 2014 on the road.
3.      On the road adalah harga kendaraan termasuk surat-suratnya secara lengkap (STNK dan BPKB)
4.      Harga pokok adalah sejumlah uang yang dikeluarkan Pihak pertama untuk membeli barang dari dealer atas permintaan Pihak kedua.
5.  Keuntungan adalah sejumlah uang sebagai tambahan dari harga pokok yang diberikan oleh Pihak pertama atas terjadinya jual-beli yang ditetapkan dalam Akad ini, yang harus dibayar oleh Pihak kedua kepada Pihak pertama sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati.
6.      Jangka Waktu Akad adalah masa berlakunya Akad ini sesuai kesepakatan.
7.     Pembukuan Pembiayaan adalah pembukuan atas nama Pihak kedua pada Pihak pertama yang khusus mencatat seluruh transaksi Pihak kedua sehubungan dengan pembiayaan, yang merupakan bukti sah dan mengikat Pihak kedua atas segala kewajiban pembayaran, sepanjang tidak dapat dibuktikan sebaliknya dengan cara yang sah menurut hukum.
8.   Cedera Janji adalah peristiwa yang menyebabkan Pihak pertama dan Pihak kedua dapat dikenakan sanksi sesuai kesepakatan dalam Akad ini.
9.   Keadaan Memaksa atau Force Majeure adalah keadaan dimana salah satu pihak yang mengadakan akad terhalang untuk melaksanakan prestasinya.

PASAL 2
PEMBIAYAAN DAN TUJUAN PENGGUNAANNYA
Ayat 1
Pihak pertama berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk menyediakan dan menjual barang yang dipesan oleh Pihak kedua dengan rincian sebagai berikut:
-          Harga Pokok                                                   Rp. 270.000.000
-          Margin Keuntungan                                        Rp.   37.000.000         +


Jumlah Pembiayaan                                                    Rp. 307.000.000

-          Terbilang (tiga ratus tujuh juta rupiah)
Ayat 2
Penyerahan barang dilakukan oleh dealer Wahyu Mobilindo langsung kepada Pihak kedua dengan persetujuan dan dengan sepengetahuan Pihak pertama.
Ayat 3
Pihak kedua berjanji serta dengan ini mengikatkan diri untuk membeli dan menerima barang serta membayar harganya kepada Pihak pertama dan karenanya telah berutang kepada Pihak pertama sejumlah pembiayaan pada ayat 1 dikurangi dengan uang muka Rp 40.000.000.
-          Jumlah Pembiayaan                                         Rp. 307.000.000
-          Uang Muka                                                     Rp.   40.000.000         -


Jumlah Utang                                                  Rp.  267.000.000

-           Terbilang (dua ratus enam puluh tujuh juta rupiah)

PASAL 3
HAK DAN KEWAJIBAN
Ayat 1
Hak dan Kewajiban Pihak pertama:
1.      Pihak pertama wajib memberitahu Pihak kedua tentang harga pokok dan margin keuntungan.
2.   Pihak pertama wajib menyerahkan barang sesuai spesifikasi dari Pihak kedua maksimal 3 (tiga) hari setelah akad ditandatangani.
3.      Pihak pertama wajib mengganti barang apabila terdapat cacat tersembunyi setelah barang diterima oleh Pihak kedua dan bukan karena kesalahan Pihak kedua, kecuali apabila jika Pihak kedua dapat menerima kekurangan tersebut dan tidak mempermasalahkannya.
4.  Pihak pertama berhak menerima pembayaran atas harga barang sampai batas waktu yang telah disepakati antara kedua belah pihak.
5.    Pihak pertama berhak menahan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) selama jangka waktu pembayaran sampai Pihak kedua dapat melunasi angsuran.
Ayat 2
Hak dan Kewajiban Pihak kedua:
1.    Pihak kedua wajib melakukan pembayaran secara tertib kepada Pihak pertama selama jangka waktu yang telah disepakati antara kedua belah pihak.
2.     Pihak kedua wajib memberitahu Pihak pertama apabila terjadi hal-hal diluar pengetahuan Pihak kedua mengenai cacat tersembunyi dari barang yang diterima maksimal 3 (tiga) hari setelah barang diterima oleh Pihak kedua.
3.  Pihak kedua berhak menerima barang dari Pihak pertama maksimal 3 (tiga) hari setelah akad ditandatangani.
4.      Pihak kedua berhak mendapatkan ganti rugi dari Pihak pertama apabila terjadi cacat tersembunyi pada barang yang diterima di luar kesalahan Pihak kedua.

PASAL 4
JANGKA WAKTU DAN CARA PEMBAYARAN
Ayat 1
Pihak kedua berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk membayar kembali jumlah seluruh utang kepada Pihak pertama sebagaimana tersebut pada Pasal 2 ayat 3 Akad ini dalam jangka waktu 23 (dua puluh tiga) bulan terhitung sejak tanggal 15 Juni 2015 sampai dengan tanggal  15 Mei 2017.

Ayat 2
Cara pembayaran dilakukan secara angsuran setiap tanggal 5-15 terhitung sejak tanggal akad ini ditandatangani sampai lunas pada saat jatuh tempo 23 (dua puluh tiga) bulan.
Ayat 3
Jumlah angsuran setiap bulannya sebesar jumlah utang dibagi dengan jangka waktu pembayaran yaitu Rp. 267.000.000 dibagi 23 bulan atau sama dengan Rp. 11.608.695,7  (sebelas juta enam ratus delapan ribu enam ratus sembilan puluh lima koma tujuh rupiah) per-bulan.
Ayat 4
Dalam hal jatuh tempo, pembayaran angsuran pembiayaan bertepatan dengan bukan hari kerja Pihak pertama, maka Pihak kedua berjanji dan dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran kepada pihak kedua sebelum tanggal 15 pada setiap bulan maka apabila lewat tempo maka pihak pertama siap menerima konsekuensi pendedandaan.

PASAL 5
TEMPAT PEMBAYARAN
Ayat 1
Setiap pembayaran kembali/pelunasan utang oleh Pihak kedua kepada Pihak pertama dilakukan di kantor Pihak pertama atau di tempat lain yang ditunjuk Pihak pertama, atau dilakukan melalui rekening yang dibuka oleh dan atas nama Pihak kedua di Pihak pertama.
Ayat 2
Dalam hal pembayaran dilakukan melalui rekening Pihak kedua di Pihak pertama, maka dengan ini Pihak kedua memberi kuasa yang tidak dapat berakhir karena sebab-sebab yang ditentukan dalam Pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata kepada Pihak pertama, untuk mendebet rekening Pihak kedua guna membayar/melunasi utang Pihak kedua.

PASAL 6
PEMBUKUAN PEMBIAYAAN
Pembukuan pembiayaan dilakukan oleh Pihak pertama atas seluruh transaksi yang dilakukan Pihak kedua terkait pembayaran angsuran setiap bulan yang dinyatakan dalam Buku Angsuran Pembiayaan dan diberikan kepada Pihak kedua sebagai bukti pembayaran angsuran yang telah dibayar.

PASAL 7
CEDERA JANJI DAN AKIBAT CEDERA JANJI
Pihak dapat dianggap melakukan cedera janji, apabila karena kesalahannya:
1.    Pihak pertama tidak memberitahu Pihak kedua tentang harga pokok dan margin keuntungan maka terjadi pembatalan akad.
2.   Pihak pertama tidak menyerahkan barang sesuai spesifikasi dari Pihak kedua maksimal 3 (tiga) hari setelah akad ditandatangani maka Pihak kedua boleh meminta ganti rugi berupa potongan biaya angsuran pertama sebesar Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah) atau Pihak kedua boleh meminta pembatalan akad.
3.     Pihak pertama tidak mengganti barang apabila terdapat cacat tersembunyi setelah barang diterima oleh Pihak kedua diluar kesalahan Pihak kedua maka Pihak kedua boleh menuntut ganti rugi sebesar biaya yang ditimbulkan oleh cacat barang tersebut, kecuali jika Pihak kedua dapat menerima kekurangan tersebut dan tidak mempermasalahkannya.
4.  Pihak kedua terlambat melakukan pembayaran kepada Pihak pertama, maka Pihak kedua harus membayar denda pada Pihak pertama sebesar Rp 200.000  (dua ratus ribu rupiah) untuk tiap-tiap hari keterlambatan, terhitung sejak kewajiban pembayaran tersebut jatuh tempo sampai dengan tanggal dilaksanakannya pembayaran kembali.
5.   Pihak kedua memberitahu Pihak pertama bahwa terjadi hal-hal diluar pengetahuan Pihak kedua mengenai cacat tersembunyi dari barang yang diterima lebih dari 3 (tiga) hari setelah barang diterima oleh Pihak kedua  maka Pihak pertama tidak wajib mengganti rugi sebesar biaya yang ditimbulkan oleh cacat barang tersebut.

PASAL 8
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)
Ayat 1
Apabila terjadi keterlambatan atau kegagalan salah satu pihak untuk memenuhi kewajiban sebagaiman tercantum dalam akad ini yang disebabkan oleh keadaan yang memaksa seperti bencana alam, huruhara, dan sabotase, yang tidak dapat dihindari dengan melakukan tindakan sepatutnya, maka kerugian yang diakibatkan tersebut ditanggung oleh Pihak pertama dan Pihak kedua.
Ayat 2
Dalam hal terjadi keadaan memaksa, pihak yang mengalami peristiwa yang dikategorikan keadaan memaksa wajib memberitahukan secara tertulis tentang hal tersebut kepada pihak lainnya dengan melampirkan bukti secukupnya dari kepolisian atau instansi yang berwenang mengenai kejadian memaksa tersebut selambat-lambatnya 5 (lima) hari terhitung sejak keadaan memaksa tersebut terjadi.
Ayat 3
Apabila dalam waktu 10 (sepuluh) hari sejak diterimanya pemberitahuan sebagaimana ayat 2 tersebut, belum atau tidak ada tangggapan dari pihak yang menerima pemberitahuan, maka adanya peristiwa tersebut dianggap telah disetujui oleh Pihak pertama dan Pihak kedua.
Ayat 4
Apabila keadaan memaksa tersebut mengakibatkan kegagalan dalam pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam akad ini selama 3 bulan, maka akad ini dapat diakhiri dengan suatu perjanjian antara Pihak pertama dan Pihak kedua.

PASAL 9
PENYELESAIAN SENGKETA
Ayat 1
Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam memahami atau menafsirkan bagian-bagian dari isi, atau terjadi perselisihan dalam melaksanakan akad ini, maka Pihak pertama dan Pihak kedua akan berusaha untuk menyelesaikan secara musyawarah.
Ayat 2
Apabila usaha menyelesaikan perbedaan pendapat atau perselisihan melalui musyawarah untuk mufakat tidak menghasilkan keputusan yang disepakati oleh Pihak pertama dan Pihak kedua, maka dengan ini Pihak pertama dan Pihak kedua sepakat untuk menunjuk dan menetapkan serta memberi kuasa kepada Badan Arbitrase Muamalat Indonesia (BAMUI) untuk memberikan putusannya, menurut tata cara dan prosedur berarbitrase yang ditetapkan oleh dan berlaku di badan tersebut.
Ayat 3
Apabila usaha penyelesaian perbedaan pendapat atau perselisihan melalui BAMUI tidak menghasilkan keputusan yang disepakati oleh Pihak pertama dan Pihak kedua, maka dengan ini Pihak pertama dan Pihak kedua sepakat untuk melanjutkan perkara ke Pengadilan Agama Kelas1A Palembang.  

PASAL 10
ADDENDUM
Pihak pertama dan Pihak kedua telah bersepakat bahwa segala sesuatu yang belum diatur dalam akad ini, akan diatur kemudian dalam addendum-addendum dan surat-surat yang akan dibuat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari akad ini.

PASAL 11
PENUTUP
Akad Perjanjian ini ditandatangani dan dibuat dalam rangkap 2 (dua), masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan pembuktian yang sama, ditandatangani oleh Pihak pertama dan Pihak kedua dengan suka rela (saling ridho) tanpa paksaan atau interfensi  dari pihak manapun, serta disaksikan oleh :
1.      Abdul Salam, S.Sy
2.      Husnuzon, S.Pdi

Palembang, 15 Juni 2015

                   Pihak Pertama                                                    Pihak Kedua

                                                                        
        

                      Iswahyudi,S.Sy                                            Asrori Agus Latif

                           Saksi 1                                                             Saksi 2




                   Abdul Salam, S.Sy                                          Husnuzon, S.Pdi